Malam itu hujan
mengguyur kota Bandung dengan begitu derasnya. Dengan sangat cepat Rangga
mengendarai motor jadulnya dengan sangat cepat agar cepat sampai ke rumah.
Memang, hari itu Rangga mempunyai jadwal kerja yang padat. Meskipun dia hanya
bekerja sebagai penjaga toko kue, tetapi dia menekuninya dengan sungguh-sungguh
untuk mendapatkan uang sekedar untuk memenuhi kebutuhannya yang juga sebagai
seorang mahasiswa yang sebentar lagi dia hampir menyelesaikan kuliahnya dengan
gelar sarjana.
Dia tinggal hanya berdua dengan ibunya karena ayahnya telah
meninggal sejak rangga masih kecil karena penyakit jantung. Rangga adalah anak
sematawayang dan menjadi kesayangan ibunya karena tidak ada lagi yang ibunya
miliki selain rangga.
Pagi hari, dia harus pergi kuliah seperti seharusnya. Dengan
tergesa-gesa dia lekas mengenakan sepatu yang tersimpan rapi di rak sepatu.
“Rangga,, kok
buru-buru banget udah sarapan belum?” terdengar suara ibunya membuyarkan
pikirannya.
“Iya nih bu hari ini
ada tugas mata kuliah yang belum terselesaikan dan harus dikumpulkan hari ini
juga bu” balas rangga.
“Tapi apa gak
sebaiknya makan dulu. Ibu sudah menyiapkan nasi goreng kesukaan kamu tuh”.
“Mungkin dibekal
sajalah bu soalnya sudah telat nih” Jawab rangga sambil menghidupkan motornya.
“Yasudah kalau
begitu hati-hati ya dijalan”
“Beres bu” jawab
Rangga singkat.
Jam ditangan rangga sudah menunjukan pukul 07.20. Dengan kepecatan
kilat dia mengendarai motor jadulnya yang selalu menemaninya untuk melakukan semua aktivitasnya
sehari-hari. Sesampainya di tempat kuliahnya dia berlari menuju kelasnya untuk
mengikuti pelajaran. Dengan nafas yang masih terengah-engah dia memasuki
kelasnya.
“Rangga,, kamu baru
datang? Naik apa?” tanya salah satu temannya.
“Iya nih biasa naik
motor keramat.. hehe” candanya.
“Yasudah cepat
rapihkan pakaianmu pak Joni dosen kita sudah mau datang tuh” temannya
mengingatkan.
“Baiklah” jawabnya
singkat.
Waktunya pulangpun tiba. Semua mahasiswa berhamburan keluar dari kelasnya
masing-masing. Terdengar suara perempuan yang memanggil dari balik tubuhnya.
Diapun menoleh dan yang dia temui adalah Rini yang tak lain adalah adik kelasnya
yang sangat dekat dengannya.
“Rangga Mau kemana?”
tanyanya yang membuat langkahnya terhenti seketika.
“Biasalah sudah
kuliah kan saya harus menjaga toko” jawabnya.
“Ohh.. tapi kan
masih jam 12 nih. Masuk kerja kan jam 2” sambil melihat jam ditangannya.
“Mau sekalian beli
makanan dulu nih buat ibu”.
“Ohh.. rangga besok
ada acara gak?”
“Memangnya ada apa?”
tanya rangga dengan heran.
“Rini ingin ditemani
beli hadiah nih buat ulang tahun ayah”
“Ohh oke kalo gitu
besok saya jemput ”
“Makasih ya rangga”
dia tersenyum manis.
“Iya sama-sama rin”
membalas senyuman Rini.
Lalu Rini pun berlalu dengan meninggalkan senyuman manis di
bibirnya. Rangga pun membalas senyumannya. Memang, Rini itu cantik dan dia juga
dikenal baik oleh teman-temannya. Rangga merasa bersyukur ada orang secantik
dan sebaik Rini yang mau dekat dengannya.
Keesokan harinya Rangga pun bergegas untuk menjemput Rini
dirumahnya. Dia meluncur dengan motor kesayangannya.
“Assalamualaikum”
ucap rangga.
“Waalaikumussalam ehh
nak rangga mau ke rini ya?” tanya ibunya seakan sudah tau apa tujuan rangga.
“Iya bu, Rininya ada
gak?”
“Ada sebentar ibu
panggilkan ya. nak rangga duduk saja dulu”
Selang beberapa lama
berdirilah perempuan yang sangat cantik membuat rangga hanya bisa duduk termangu
dengan kecantikan wajahnya.
“Maaf ya sudah
menunggu lama” ucap perempuan yang berdiri didepannya.
“Iya gak apa-apa ko
nyantai aja rin. Kamu sudah siap?”
“Sudah kok ayo
berangkat. Tapi tunggu sebentar ya rini mau ijin dulu sama ibu” Rini pun
berbalik dan lekas menghampiri ibunya yang sedang berada didapur.
Suasana kota Bandung pagi itu nampaknya sangat cerah. Kendaraan pun
sedikit demi sedikit sudah mulai memadati kota Bandung. Dengan bertiupkan angin
Rangga dan Rini melewati ramainya jalan soekarno-hatta.
“Rin kita mau kemana
nih?” tanyanya sambil mata terus melihat kearah jalan.
“Eummhh.. kita ke
Bandung Indah Plaza saja ya” kepalanya mendongak sambil berusaha melihat wajah
Rangga.
“Ohh yasudah iya
deh” jawabnya singkat.
Setelah sampai di tempat tujuan mereka langsung berjalan menyusuri
padatnya orang yang berlalu lalang di dalam mall yang terletak di pusat kota Bandung
itu.
“Rangga.. kita keliling-keliling dulu yuk kesebelah sana” ajak Rini
dengan penuh semangat.
Rangga pun hanya mengangguk dan tersenyum. Hanya perempuan ini yang
dapat menggerakan hati rangga dan membuat rangga selalu bahagia bila bersamanya.
Setelah sekian lama mereka
berkeliling dan menjelajahi seluruh sudut mall tersebut akhirnya mereka pun
mendapatkan barang yang mereka cari.
“Rin capek nih, gimana kalau kita makan dulu, ya sekalian istirahat
kamu juga pasti capek kan”
“Hayoo.. Rini juga sudak capek nih. Kita makannya di rumah makan
milik pamanku saja ya. Dijamin enak ko makanannya” Rini tersenyum.
“Oke boss” canda Rangga sambil mengedipkan mata dan membalas
senyuman Rini.
Jam sudah menunjukan pukul
13.00 saatnya untuk mereka pulang. Rangga juga harus pergi ke toko karena sejam
lagi adalah waktu kerjanya.
“Pulangnya kita mampir dulu ke toko Rangga dulu ya Rin” ajak Rangga.
“Iya deh” mengangguk tanda setuju.
“Oke kita berangkat ke toko sekarang” Rangga pun melesatkan motor
jadulnya ditengah jalanan kota Bandung yang lumayan kosong.
“Nih Rin” sambil menyerahkan bungkusan kepada Rini.
“Apa ini ngga?” sambil terheran melihat rangga memberikan bungkusan
itu.
“Ini untuk ayahmu. Mungkin gak seberapa tapi semoga ayah kamu
senang menerimanya” tersenyum sambil terus menatap rini.
“Aduhh makasih banyak rangga kamu baik banget” membalas senyuman Rangga.
“Iya sama-sama. Sampaikan saja ucapan selamat ulang tahun dari Rangga
untuk ayah kamu ya”
“Ia Rangga, pasti disampaikan kok”
“Ayo sekarang Rangga anter kamu pulang”.
Di suasana hening malam yang
dingin dengan ditemani bintang di langit yang berkilauan membuat hati siapa
saja yang melihatnya merasakan ketenangan. Rangga duduk dengan beribu pikiran
yang menerpa kehidupannya. Sesungguhnya ada sesuatu dibenaknya tentang perasaan
yang ada di hatinya. Perempuan itu, tapi ahh dia mulai melawan semua pikiran
yang menimpanya itu. Dia ingin fokus dulu terhadap kuliah dan pekerjaannya.
Tiittt..beltandaadapengunjungtoko pun
berbunyi. Denganbegitusigapnyaranggatelah standby di
kasirdanmenjamupelanggannyatersebut.
“Selamatsiang,
silahkanbolehdilihat-lihatdulukuenyapak.” SapaRanggakepadapembelitersebut.
“Mas
disinibisadipesantidakkuenya.Soalnyaminggudepananaksayaakanmenikah,
jadisayainginmemberikankuepernikahan yang sangatistimewauntukharipernikahannya.
Bisatidak mas?” Tanya pembeliitumengemukakanmaksudkedatangannya.
“Ohhboleh-boleh.Disinijugaselainmenjualkue
yang
sudahjadibisajugadipesansesuaikeinginankonsumenpak.Bapaktinggalbilangsajainginkue
yang sepertiapadenganbentukdanvariasi rasa didalamnya. Bapakbisaberbicaralangsungdenganbagianpemasaran”
sambilmenunjuksalahsatukaryawan lain yang berada di sebelahderetankue yang
terpajang di bagiandepantokoitu.
“Makasihya mas”
“iyasama-samapak”
Pembeliituberlalumenghampirikaryawan yang
telahditunjukanranggatadi.Dialaluberbincang-bincangdengankaryawantersebut.
Setiap hari Rangga bekerja dengan tekun dan tidak pernah mengeluh.
Karena dia yakin suatu saat nanti akan ada kesenangan setelah ada kepayahan.
Karena ada peribahasa arab yang berbunyi ‘tidak akan ada kesenangan sebelum
adanya kepayahan’. Kata-kata itu yang selalu menguatkan keyakinannya dalam
menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan.
Hari berganti hari, minggu
berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahunpun mengakhiri semuanya itu.
Rangga pun telah menyelesaikan kuliahnya dengan gelar sarjana dan pekerjaannya
pun sudah mulai berkembang. Karena ketekunan dan kegigihannya selama ini
menghalau semua rintangan yang menghalangi kehidupannya. Sekarang dia bekerja sebagai sekretaris pribadi di sebuah perusahaan yang
bisa dibilang cukup besar.Rini yang selama ini dekat dengannya sekarang telah
menjadi istrinya yang akan menemaninya sampai mati. Dia hidup bahagia dengan
dikaruniai dua orang anak yang lucu-lucu dan baik.
Kesusahan yang dulu dia alami telah terbayar dengan sebuah
kesenangan dan keberhasilannya seperti yang dia rasakan sekarang ini. Semoga
ini dapat membuka mata setiap orang bahwa kebahagiaan itu tidak didapat secara
gratis dan harus diusahakan dengan penuh godaan dan pengorbanan yang tidak
sedikit.
Yeee keren.. 😆
BalasHapusThanks for inspiring me... 😊
iya sama2 .. makasih sudah berkunjung :)
BalasHapus